Pena Cantik
Gundah gulana menyeberang pandang jauh
masygul menatap langit yang rintik
namun hati entah pergi jauh menyeberang
sedang jemari terus membuat irama pada tuts keyboard
sembari mendengarkan lantunan bunga seroja..
makin..
hatinya makin gundah
sesenyap hadir
yang membuat tersenyum dan tertawa
sekejap..
membuat genangan air mata
Dan ujung horizon pernah berkata
aku di sini, di sini
aku hampiri…
namun ia tiada
dia terus berkata
aku di sini, aku di sini
aku melihatnya..
aku di sini, aku di sini
kemudian aku tersadar
horizon tidak akan pernah sanggup aku gapai
dengan rengkuhan jemariku
Dan aku membuka mata
menikmati senja horizon yang cantik
menari-nari bersama titik air yang terus mengalir dari bawah kelopak mata ini..








