Biarkan Pena Mengalun1

Sunday, December 28, 2008 15:16
Posted in category pena cantik

Ada aroma hujan,

menapak bumi basah.

Ada suara-suara di ujung sana, tak pernah berhenti berdenging di muara telinga

diam-diam mulai merembes ke hati

padahal nyala api tak sekalipun di sulut.

Ada merpati menghampiri dahan rindang siang hari,

membawa sejumput rumput untuk sangkar.

Aku mencintai langit itu,

dia tak pernah sekalipun membelai kepalaku,

namun kasihnya di siang hari, meneduhi hari yang terik.

Aku mencintai rembulan itu,

mempesona saat langit bersih, menjadi inspirasi tiada tepi.

Aku mencintai laut itu,

saat berombak membawa gemuruh, tak akan ada yang berani berkontempelasi.

Kata-kata hati menjadi sulut api itu, padahal ada riak angkuh tak terganti.

Izinkan percik api ini menjadi satu pelita pengisi,

tidak akan menjadi obor, ataupun unggun,

hanya akan begitu, begitu, dan begitu seterusnya, hingga takdir akhir sesungguhnya

24 Desember 2008


This is some text prior to the author information. You can change this text from the admin section of WP-Gravatar To change this standard text, you have to enter some information about your self in the Dashboard -> Users -> Your Profile box. Saya


You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Biarkan Pena Mengalun1”

  1. Nike says:

    December 28th, 2008 at 3:59 pm

    jangan lupa kerjain pr nya ya bu :evillaugh:

  2. Indah says:

    December 28th, 2008 at 4:08 pm

    PR apa bu?? :lirik:

  3. ^_^ says:

    January 6th, 2009 at 6:49 pm

    Ehem.. klo ngasih komen yang nyambung dong ama psotingannya..

    Hmm, dah diminum obatnya??!! :p

  4. Kiyai Win says:

    April 7th, 2010 at 4:20 pm

    puisi yg indah… :)

Leave a Reply

:dead: :pray: :clinguk2: :tob: :hoho: :jedug: :lempar: :mikir: :nyembah: :plis: :puyeng: :sikut: :sliweran: :diem: :evillaugh: :gemes: :hore: :lirik: :jedug: :ngacir: :matabelo: :mataduitan: :mlorok: :nangis: :ngakak: :ngelamun: :ngikik: more »