Trombositopenia Purpura
Tuesday, December 9, 2008 3:17Saya punya PR untuk menjelaskan mengenai penyakit yang diderita oleh salah seorang sahabat dekat saya. Kira-kira dua tahun silam, sahabat dekat saya ini menderita demam berdarah dengue sehingga harus dirawat inap di RSMMH. Karena mahasiswa rantauan, maka kami gotong royong dalam merawat beliau. Salah satunya ketika dokter memerintahkan untuk segera ditransfusi darah (bagian trombositnya saja). Selama kurang lebih sepuluh hari dirawat, sahabat saya mendapat transfusi sebanyak dua puluh kantong. Sempat berdiskusi beberapa kali pada kakak tingkat yang sedang KKJ (kepaniteraan koas junior), dan mereka bilang mengapa cepat sekali diambil keputusan buat transfusi, padahal perawatan utama DBD adalah pemberian cairan yang benar dan cukup. Pemberian transfusi biasanya dilakukan bila perdarahan sudah terjadi atau terjadi penurunan kadar trombosit yang signifikan. Setelah sembuh dan berjalan selama dua tahun ini, sahabat saya itu sering mengalami anemia, lebih buruk dari sebelumnya. Barulah kemudian difollow up ke dokter. Dan akhirnya dokter menyatakan terdapat kelainan pada darahnya, sahabat saya menyebutnya Trombositopenia Purpura. Penyakit ini bisa jadi merupakan dari imbas banyaknya pendonor pada dua tahun silam tersebut. Bisa jadi ada kuman yang tak terdeteksi saat pemeriksaan darah pendonor.
Berikut penjelasan mengenai penyakit ini, yang saya copas dari sini
Purpura trombositopenia idiopatik (autoimmune thrombocytopenic purpura; morbus Wirlhof; purpura hemorrhagica) merupakan sindrom klinis berupa manifestasi perdarahan (purpura, petekie, perdarahan retina, atau perdarahan nyata lain) disertai trombositopenia (penurunan jumlah trombosit).
PTI merupakan gangguan perdarahan yang sering dijumpai pada anak usia 2-4 tahun, lebih sering pada wanita. PTI dapat dibagi menjadi akut dan kronik. PTI akut biasanya sembuh sendiri dalam 6 bulan, sedangkan PTI kronik, sering ditemukan pada usia < 1 tahun atau > 10 tahun, umumnya dihubungkan dengan kelainan imun yang umum.
Gejala dan tanda
- Biasanya didahului oleh infeksi bakteri atau virus (misalnya rubella, rubeola, varisela), atau setelah vaksinasi dengan virus hidup 1-3 minggu sebelum trombositopenia.
- Riwayat perdarahan.
- Riwayat pemberian obat-obatan, misalnya heparin, sulfonamid, kuinidin/kuinin, aspirin.
- Riwayat ibu menderita HIV, riwayat keluarga yang menderita trombositopenia atau kelainan hematologi.
- Manifestasi perdarahan (ekimosis multipel, petekie, epistaksis).
- Hati, limpa dan kelenjar getah bening tidak membesar.
- Infeksi.
Pemeriksaan penunjang
- Morfologi eritrosit, leukosit, dan retikulosit biasanya normal.
- Hemoglobin, indeks eritrosit dan jumlah leukosit normal.
- Trombositopenia, besar trombosit normal atau lebih besar (giant platelets).
- Masa perdarahan memanjang.
- Pemeriksaan fungsi sumsum tulang hanya dilakukan bila ditemukan limfadenopati, organomegali, anemia, atau kelainan jumlah leukosit.
Penatalaksanaan
PTI akut:
- Pada yang ringan hanya dilakukan observasi tanpa pengobatan, karena dapat sembuh secara spontan
- Bila setelah 2 minggu tanpa pengobatan jumlah trombosit belum naik, berikan kortikosteroid
- Pada trombositopenia akibat koagulasi intravaskular diseminata (KID) dapat diberikan heparin intravena. Pada pambarian heparin sebaiknya selalu disiapkan antidotumnya yaitu protein sulfat.
- Bila keadaan saat gawat (terjadi perdarahan otak atau saluran cerna), berikan tranfusi suspense trombosit.
PTI menahun:
- Imunoglobulin intravena (dosis inisial 0,8 g/kg, 1 kali pemberian)
- Kortikosteroid (4mg prednison/kg/hari per oral selama 7 hari, kemudian tapering-off dalam 7 hari).
- Antibodi anti-R (D)
- ? interferon
- Siklosporin 3-8 mg/kg perhari dibagi dalam 2-3 dosis
- Azatioprin 50-300 mg/m2/hari per oral, selama > 4 bulan









zanikhan.tk says:
December 9th, 2008 at 3:38 am
kapan kejadiannya…????????

semoga sembuh yah…..
ayo cepat tolongin
^_^ says:
December 12th, 2008 at 1:45 pm
Trombositopenia Purpura << dari bahasanya kayaknya ganas banget penyakitnya.
Dari mulai gejala, pemeriksaan, ampe penatalaksanaan <<< kayaknya ribeett banget..
Hmm.. kira2 kalo ketojos paku bisa kena Trombositopenia Purpura ga ya???
* gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan mendingan supaya bisa dimengerti orang awam..:p
mursidin says:
February 23rd, 2009 at 7:49 am
semoga sahabat anda cepat sembuh .oke bos
